Langsung ke konten utama

Sahabat Yang Baik

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Siapakah sahabat yang paling baik bagi kami? Jawab Rasul, “Seseorang yang bila kamu memandangnya akan teringat pada Allah, bila kamu mendengar ucapannya pengetahuanmu bertambah dan bila kamu melihat kelakuannya, kamu akan teringat pada hari akhirat”. (At-Targhib).

Sabda Rasulullah Saw di atas menunjukkan bahwa pergaulan sangatlah berpengaruh dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Menurut Syeikh Abu Madyan, “Barang siapa berkumpul dengan para ahli dzikir, maka ia akan tersadar dari kelalaiannya. Dan barang siapa melayani para shalihin, maka akan terangkat derajatnya dengan sebab khidmahnya”.

Dalam bergaul, seseorang harus mampu membedakan baik buruknya, karena pergaulan sangat berpengaruh terhadap sikap dan tingkah laku seseorang. Pepatah mengatakan, “Jangan tanyakan bagaimana sikapnya, tapi lihatlah dengan siapa dia bergaul”.

Dalam bergaul dengan teman sekitar kita harus mampu memberi motivasi kepada teman dalam melakukan amar ma’ruf nahi munkar, atau sebaliknya kita harus sering bergaul dengan orang-orang yang mampu menggiring kita kejalan yang amar ma’ruf nahi munkar, karena itu lebih baik dari pada terlena dengan bujukan kesenangan dunia yang sementara ini.

Rasulullah Saw bersabda :
“Yang paling aku khawatirkan atas umatku adalah lemahnya keyakinan, yang diakibatkan melihat orang-orang yang lupa diri dan bergaul dengan orang-orang yang malas beribadah dan keras hatinya”.

Jika kita melihat realita yang terjadi hari ini, apa yang dikhawatirkan oleh Baginda Rasulullah Saw telah banyak terjadi kapan saja dan dimana saja. Oleh karena itu manfaatkan waktu singgahan yang hanya sementara diberikan oleh Allah Swt kepada kita selama hidup di dunia ini. Perbanyaklah bergaul dengan orang-orang yang mampu mengajak kita ke jalan yang diridhai oleh Allah Swt, teman yang mampu memberikan pengetahuan kepada kita tentang akhirat sehingga keselamatan menyertai kita.

Referensi :

Sa’id Qayyum, R.M, Suluk di Jalan Allah. Kediri: Mitra Gayatri.

Komentar

  1. mantap, makanya kita harus selektif pilih sahabat

    BalasHapus
  2. Sahabat adalah tempat berbagi, carilah sahabat yang benar-benar bisa membawa ke jalan yang lurus.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bungker Rahasia Bukit Gua Jepang di Blang Panyang

Pernahkah Anda membayangkan apa yang tersembunyi di balik tenangnya perbukitan Desa Blang Panyang, Banda Sakti? Di balik keindahan permukaannya, perut bukit ini menyimpan labirin rahasia, lubang-lubang pertahanan tempat tentara Jepang bersembunyi selama menduduki Aceh pada tahun 1942-1945. Dinding guanya masih berdiri kokoh, menyelimuti ruangan dengan udara lembap dan kesunyian yang membuat bulu kuduk sedikit merinding, sebuah ruang waktu yang mengunci ketegangan masa lalu. Bagi para pelancong yang bernyali, gua tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Menyusuri lorong gulita tanpa pelita membawa sensasi magis tersendiri. Setiap langkah membawa imajinasi kita melompati waktu, merasakan kembali atmosfer mencekam saat para prajurit bertahan hidup, mengintai pergerakan musuh, hingga menimbun persenjataan mereka. Berdasarkan literatur sejarah dalam buku Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Aceh karya T Ibrahim Alfian, Jepang pertama kali mendarat di Aceh pada 9 Februari 1942. Namun, ek...

JADIKAN KEWAJIBAN LAYAKNYA KEBUTUHAN

Setiap makhluk yang hidup dipermukaan bumi Allah SWT mempunyai kebutuhan. Begitu juga halnya bagi manusia. Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok bagi manusia selain rumah sebagai tempat tinggal dan pakaian yang layak tentunya. Karena makanan dan minuman mengandung zat yang dibutuhkan bagi tubuh supaya kuat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Bisa kita lihat, sekali saja dalam satu waktu kita tidak makan kita pasti akan merasakan ketidaknyamanan, pikiran kita selalu terfokus pada apa yang kita butuhkan itu, yakni kebutuhan untuk

ABU ALUE BILIE

         Tgk. H. Karimuddin, pimpinan Dayah Babussalam Alue Bili Aceh Utara merupakan salah satu sosok ulama disegani di Aceh. Dikalangan masyarakat, beliau akrab disapa Abi Karimuddin atau Abu Alue Bilie. Abi Karimuddin tutup usia (73 tahun) pada tanggal 17 Desember 2011 di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe. Abi Karimuddin meninggalkan enam putra, satu putri dan satu istri, serta 1.200 santrinya di dayah tersebut.