Langsung ke konten utama

Belajar Untuk Esok

Pendidikan merupakan usaha sadar untuk memanusiakan manusia. Melalui pendidikan seseorang akan memperoleh pengetahuan, pendidikan adalah jembatan dalam menjalani kehidupan. Dengan pendidikan jua seseorang itu bisa mengenal baik dan buruk, melalui ilmu yang diperoleh selama seseorang berada dalam jalur pendidikan. Ilmu merupakan harta yang tak ternilai harganya bagi seorang insan. Harta bisa dijaga, sementara yang dapat menjaga kita hanyalah ilmu.

Bayangkan bagaimana nasib seseorang anak yang tak mampu atau tak punya kesempatan meraih pendidikan yang selayaknya didapati. Hidupnya pastilah seperti pakaian yang tak disetrika, kusut dan kelihatan tak rapi. Ilmu yang bermanfaat ibarat seorang sahabat yang baik dan setia, yang selalu menuntun dan membawa kejalan yang mampu menyelamatkan dari ketidakbaikan.

Belajar dengan sungguh-sungguh hari ini akan memperoleh hasil yang memuaskan dikemudian hari. Oleh karenanya setiap anak berlomba-lomba untuk memperoleh pendidikan guna menyambung hidup mereka.


Lihatlah foto disamping, biarpun di daerah mereka tak punya jembatan, butuh perjuangan yang berat untuk menyeberang, akan tetapi semangatnya tak kendur dalam meraih cita dan asa. Ibarat kata pepatah, “Banyak jalan menuju Roma”. Mereka memberi motivasi kepada kita yang dengan mudah bisa menempuh jalur untuk menuju ke sekolah. Alangkah naifnya bila kesempatan yang ada kita sia-siakan begitu saja. Peluang dan kesempatan selalu ada di depan mata kita, Allah SWT memberi kita lebih banyak kemudahan bila dibandingkan dengan mereka.

Namun kesempatan jua jika tidak dimanfaatkan takkan berguna. Kesempatan datang seperti awan berlalu, manfaatkan selagi ia tampak dihadapanmu. Tuntut ilmu selagi belia, jadi manfaat ketika muda, dan berharga dalam menjalani masa tua.

Irwan Musa, S.Pd

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ABU ALUE BILIE

         Tgk. H. Karimuddin, pimpinan Dayah Babussalam Alue Bili Aceh Utara merupakan salah satu sosok ulama disegani di Aceh. Dikalangan masyarakat, beliau akrab disapa Abi Karimuddin atau Abu Alue Bilie. Abi Karimuddin tutup usia (73 tahun) pada tanggal 17 Desember 2011 di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe. Abi Karimuddin meninggalkan enam putra, satu putri dan satu istri, serta 1.200 santrinya di dayah tersebut.

Sahabat Yang Baik

Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah Saw, “Siapakah sahabat yang paling baik bagi kami? Jawab Rasul, “Seseorang yang bila kamu memandangnya akan teringat pada Allah, bila kamu mendengar ucapannya pengetahuanmu bertambah dan bila kamu melihat kelakuannya, kamu akan teringat pada hari akhirat”. (At-Targhib). Sabda Rasulullah Saw di atas menunjukkan bahwa pergaulan sangatlah berpengaruh dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Menurut Syeikh Abu Madyan, “Barang siapa berkumpul dengan para ahli dzikir, maka ia akan tersadar dari kelalaiannya. Dan barang siapa melayani para shalihin, maka akan terangkat derajatnya dengan sebab khidmahnya”.

Jejak Bungker Rahasia Bukit Gua Jepang di Blang Panyang

Pernahkah Anda membayangkan apa yang tersembunyi di balik tenangnya perbukitan Desa Blang Panyang, Banda Sakti? Di balik keindahan permukaannya, perut bukit ini menyimpan labirin rahasia, lubang-lubang pertahanan tempat tentara Jepang bersembunyi selama menduduki Aceh pada tahun 1942-1945. Dinding guanya masih berdiri kokoh, menyelimuti ruangan dengan udara lembap dan kesunyian yang membuat bulu kuduk sedikit merinding, sebuah ruang waktu yang mengunci ketegangan masa lalu. Bagi para pelancong yang bernyali, gua tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Menyusuri lorong gulita tanpa pelita membawa sensasi magis tersendiri. Setiap langkah membawa imajinasi kita melompati waktu, merasakan kembali atmosfer mencekam saat para prajurit bertahan hidup, mengintai pergerakan musuh, hingga menimbun persenjataan mereka. Berdasarkan literatur sejarah dalam buku Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Aceh karya T Ibrahim Alfian, Jepang pertama kali mendarat di Aceh pada 9 Februari 1942. Namun, ek...