Langsung ke konten utama

Banyak Cara Untuk Menyenangkan Hati Kawan


Terkadang hidup ini sulit dimengerti, kita selalu larut dalam hal-hal yang bersifat negatif. Padahal jalan untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif begitu terbuka lebar. Tanpa disadari, dalam kehidupan sehari-hari kita sering sekali mengecewakan orang lain atau membuat teman-teman merasa kurang berkenan dengan omongan kita, meskipun lafaz yang kita ucapkan hanya sebuah candaan. Namun terkadang merasa kawan terpojokkan dengan makna yang terkandung dalam candaan kita itu.
Memberi pujian ketika diantara kawan kita ada yang memberikan ide-ide untuk
melakukan sesuatu hal akan sangat berarti. Akan tetapi banyak diantara kita yang sering mematahkan ide dari kawan kita itu. Bahkan kita terlalu sering menyepelekan kalau ide itu kurang bagus, kita hanya merasa diri kitalah yang selalu lebih. Padahal, untuk membuat orang lain senang dengan kita sangat banyak caranya, hanya saja kita jarang sekali mempergunakan cara itu.
Andai kata, saat kawan kita ada yang memberikan ide tentang suatu hal. Terus kita juga mempunyai ide yang menurut kita lebih bagus dari ide kawan kita. Saya rasa itu bisa kita utarakan dengan tidak membuat kawan kita yang memberikan ide tadi merasa tersinggung. Misalnya, ” Wah, idemu itu sangat bagus. Tapi bagaimana kalau kita lakukan seperti ini atau begini”. Nah, sikawan yang memberikan ide tadi juga pasti akan berpikir bahwasanya ide yang kita keluarkan jauh lebih cemerlang dari pada idenya dan dia pasti akan menerimanya dengan lapang dada. Berbeda halnya dengan, ”Ahh, ga berbobot idemu, bukan gitu caranya, tapi gini...”. Jika demikian sikawan yang mengeluarkan ide tadi pasti akan sangat tersinggung, meskipun tidak diutarakan tapi itu berbekas.
Begitu juga saat kita ingin menyuruh orang lain. Orang akan senang melakukannya atau karna keterpaksaan, itu sangat tergantung bagaimana cara kita menyuruhnya. Misalnya, ”Amin...Ambil tas aku sebentar.” Padahal itu bisa kita lakukan dengan cara yang lebih muslihat, ”Amin, Tolong ambil tas saya sebentar ya”. Kedua kalimat tersebut sama-sama bermakna menyuruh orang lain, akan tetapi jika kita pergunakan kalimat yang kedua, orang yang kita suruh itu justru akan merasa lebih senang dan ikhlas mengerjakannya, bukan karena keterpaksaan.
Setelah sikawan menolong kita, memberi penghargaan atas setiap pertolongannya pasti akan sangat bermakna. Misalnya, ”Terima kasih ya Amin, sudah mau bantu saya”. Pasti kawan tersebut akan merasa senang mendengar penghargaan yang kita berikan, walaupun hanya sekedar ucapan terima kasih. Jika dilain waktu kita meminta pertolongannya lagi, dengan senang hati dia akan mengerjakannya.
Dalam menjalani hidup ini, berusahalah untuk menjadikan orang-orang disekeliling anda merasa nyaman dengan keberadaan anda, senang dengan tingkah laku anda dan senang dengan tutur kata anda yang tidak menyinggung hati mereka.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jejak Bungker Rahasia Bukit Gua Jepang di Blang Panyang

Pernahkah Anda membayangkan apa yang tersembunyi di balik tenangnya perbukitan Desa Blang Panyang, Banda Sakti? Di balik keindahan permukaannya, perut bukit ini menyimpan labirin rahasia, lubang-lubang pertahanan tempat tentara Jepang bersembunyi selama menduduki Aceh pada tahun 1942-1945. Dinding guanya masih berdiri kokoh, menyelimuti ruangan dengan udara lembap dan kesunyian yang membuat bulu kuduk sedikit merinding, sebuah ruang waktu yang mengunci ketegangan masa lalu. Bagi para pelancong yang bernyali, gua tersebut memiliki daya tarik tersendiri. Menyusuri lorong gulita tanpa pelita membawa sensasi magis tersendiri. Setiap langkah membawa imajinasi kita melompati waktu, merasakan kembali atmosfer mencekam saat para prajurit bertahan hidup, mengintai pergerakan musuh, hingga menimbun persenjataan mereka. Berdasarkan literatur sejarah dalam buku Revolusi Kemerdekaan Indonesia di Aceh karya T Ibrahim Alfian, Jepang pertama kali mendarat di Aceh pada 9 Februari 1942. Namun, ek...

JADIKAN KEWAJIBAN LAYAKNYA KEBUTUHAN

Setiap makhluk yang hidup dipermukaan bumi Allah SWT mempunyai kebutuhan. Begitu juga halnya bagi manusia. Makan dan minum merupakan kebutuhan pokok bagi manusia selain rumah sebagai tempat tinggal dan pakaian yang layak tentunya. Karena makanan dan minuman mengandung zat yang dibutuhkan bagi tubuh supaya kuat dalam menjalankan berbagai aktivitas. Bisa kita lihat, sekali saja dalam satu waktu kita tidak makan kita pasti akan merasakan ketidaknyamanan, pikiran kita selalu terfokus pada apa yang kita butuhkan itu, yakni kebutuhan untuk

ABU ALUE BILIE

         Tgk. H. Karimuddin, pimpinan Dayah Babussalam Alue Bili Aceh Utara merupakan salah satu sosok ulama disegani di Aceh. Dikalangan masyarakat, beliau akrab disapa Abi Karimuddin atau Abu Alue Bilie. Abi Karimuddin tutup usia (73 tahun) pada tanggal 17 Desember 2011 di Rumah Sakit Palang Merah Indonesia (PMI) Lhokseumawe. Abi Karimuddin meninggalkan enam putra, satu putri dan satu istri, serta 1.200 santrinya di dayah tersebut.